Jumat, 21 Mei 2010

Cara Alami Atasi Komedo


Akibat timbunan sel kulit mati, minyak atau sisa make-up yang tidak bersih dan akhirnya menyumbat pori-pori wajah menimbulkan komedo. Komedo biasanya bermunculan di area T wajah, yaitu dahi dan hidung yang produksi minyaknya banyak. Komedo adalah tahap awal terjadinya jerawat. Jika tumpukan komedo terkena bakteri akan terjadi pembengkakan dan timbullah jerawat.

Ada dua macam komedo, yaitu whitehead dan blackheads. Whitehead berupa kumpulan minyak dan lemak kulit yang mengeras berwarna putih atau kekuningan. Sedangkan blackhead adalah whitehead yang menghitam karena penumpukan debu dan kotoran.

Untuk menghilangkan komedo, lakukan facial secara teratur. Jika ingin lebih praktis, Anda bisa menggunakan plester penghilang komedo (pore pack). Tapi jika ingin menghilangkannya dengan cara alami, berikut beberapa pilihannya.

Komedo bisa dhilangkan dengan bahan alami seperti putih telur, lemon, dan daun kemangi. Ambil putih telur, kocok hingga berbusa. Ambil selembar kapas, rendam dengan putih telur, tempelkan ke hidung dan biarkan sampai mengering, sekitar 30 menit. Setelah kering, lepas kapas secara perlahan lalu bersihkan wajah dengan sabun atau susu pembersih dan toner.

Selain bisa mengurangi produksi minyak dan menghancurkan minyak atau lemak yang sudah mengeras, lemon juga bisa menutup pori-pori sehingga mencegah timbulnya komedo. Caranya, olesi wajah dengan air perasan lemon atau usapkan irisan lemon ke wajah, diamkan selama 15 menit hingga kulit terasa kencang. Bilas air dengan air dingin agar pori-pori menutup.

Daun kemangi rupanya tak hanya enak dijadikan lalapan yang dapat mencegah bau badan, tapi juga untuk menghilangkan komedo. Tumbuk daun kemangi hingga halus, oleskan sebagai masker di bagian wajah yang berkomedo. Diamkan selama 15-20 menit. Bersihkan masker kemangi. Bilas dengan air dingin.

Perawatan dengan bahan alami ini sebaiknya dilakukan secara teratur agar komedo tak sempat hadir di wajah.

sumber : http://ord1n4ryp3opl3.wordpress.com/2009/02/13/cara-alami-atasi-komedo/

Senin, 10 Mei 2010


Sebagai salah satu pakaian tradisional Indonesia, kebaya telah dikenal luas dan sering dikenakan pada acara formal atau sebagai busana pesta. Berkat banyaknya peminat pakaian ini, model kebaya juga telah mengalami metamorfosis, sehingga saat ini ada banyak model kebaya yang dapat dipilih. Berbagai model kerah, lengan, panjang kebaya atau teknik pemotongan bisa menjadi pilihan. Mana model kebaya yang terbaik untuk Anda?

Bila Anda berniat untuk menggunakan kebaya, hendaknya Anda memilih model kebaya yang disesuaikan dengan bentuk tubuh Anda. Jangan hanya karena Anda menyukai model atau karena model sedang trend Anda membeli kebaya tertentu. Karena hal yang lebih penting adalah memilih kebaya yang disesuaikan dengan bentuk tubuh. Dengan pemilihan yang sesuai, kekurangan bentuk tubuh dapat ditutupi sehingga kebaya yang bernuansa etnik akan membuat anggun penampilan Anda.

Berikut beberapa bentuk tubuh dan model kebaya yang sesuai dengan ukuran tubuh Anda:

Bentuk badan : Mini dan Kurus
Kerah : Model sabrina, off shoulder, model V
Lengan : Model gelembung, kerut
Panjang kebaya : Sampai pinggang atau paha
Motif : Jangan pilih motif terlalu besar
Bawahan : Pilih bawahan dengan panjang selutut atau semata kaki, hindari bawahan yang terlalu panjang.

Bentuk badan : Mini dan Berisi
Kerah : Model sabrina, off shoulder, model V
Lengan : Model menyempit atau melebar pada bagian bawah
Panjang kebaya : Menutupi pinggul
Motif : Pilih motif simpel, hindari yang terlalu banyak motif detail
Bawahan : Pilih model lurus dengan panjang maksimal sampai mata kaki

Bentuk badan : Tinggi dan Kurus
Kerah : Model stand collar, model mandarin atau turtleneck
Lengan : Untuk model lengan, bebas menggunakan model apapun, misalnya model lonceng, kerut, lengan pendek, dan lainnya
Panjang kebaya : Tubuh tinggi dapat bebas menentukan panjang bawahan
Motif : Bisa dengan model kerut atau lipit
Bawahan : Gunakan kain dengan sedikit melebar pada bagian bawah atau model lurus

Bentuk badan : Tinggi dan Berisi
Kerah : Model sabrina, model V
Lengan : Model menyempit atau melebar pada bagian bawah
Panjang kebaya : Menutupi daerah pinggul
Motif : Kerut vertikal, hindari kerut pada bagian perut atau lengan
Bawahan : Dapat menggunakan bawahan yang menutupi kaki, model duyung atau celana panjang skinny

Warna kebaya juga dapat disesuaikan dengan bentuk tubuh. Untuk Anda yang bertubuh kurus sebaiknya menggunakan warna cerah. Sedangkan bagi yang tubuhnya berisi, untuk membuat tubuh terlihat lebih kecil, Anda dapat memilih warna gelap atau warna-warna lembut untuk kebaya Anda.

Karena kebaya bernuansa etnik, maka Anda dapat menyesuaikan alas kaki yang sesuai. Kebaya cocok digunakan bersama sandal motif kebaya atau sepatu terbuka. Kini, Anda siap untuk datang ke acara dengan kebaya dan tampil cantik


sumber : http://kumpulan.info/fashion/tips/55-tips/204-model-kebaya-sesuai-bentuk-tubuh.html

;;